Hati sedih,
dalam degup kencang angan,
hanya angin mengibas-ibaskan ilalang,
tanpa harus hancur,
berjuang,
tergolek lemah oleh keadaan,
memacu diterjang ombak yg tak akan mati,
hitamlah semuanya,
aku diam dgn cita-cita,
menenggelamkan ku pd long-longan anjing ganas,
mencabik-cabikkan hati,
tapi aku tetap bangkit,
dari rasa yg indah ini,
walau mengilangkan sebagian dari milikku,
tanpa ada yg mengganti,
inilah takdir ank abu-abu,
antara ada dan tiada,
bercampur tapi tidak satu,
yg akan hilang dimakan waktu. . . .
Tidak ada komentar:
Posting Komentar