Tampilkan postingan dengan label puisiku...... Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label puisiku...... Tampilkan semua postingan

Rabu, 11 November 2009

diary's fandy. . .

Cinta adalah sebuah keinginan yg lurus dengan byk jurang didepan,
menalun bunyi gemericik hujan menemani duri yg menancap tepat pada satu titik dimn luka tak lagi bersua,
ingin ku menarik akar beringin yg berjuntai panjang bak air yg meliuk-liat kelembah nun jauh disana tanpa bayak perubahan dan ketidak pedulian pada langit yg berarak hitam yg mengibaskan guntur tak kala petir dan hujan menyatu dalam tiap waktu yg berdetak,
aku hanya diam dengan kebisuanku yg menepi dan lirih,
dan aku hanya tau keajaiban tak kan datang dua kali dan aku tau pasti hati ini hanya untuk seorang bidadari yg datang tak akan pernah dua kali. . . .

Selasa, 10 November 2009

Bersemangat....!

didn't make sense to live for fun, your brain gets smart but your head gets dumb, so much to do, so much to see, so what's wrong with raking the backstreet? you'll never know if you don't go, you'll never shine if you don't glow. . .

Perasaan ini.......


Entahlah,
mataku menangkap sesuatu yang tak dinalar,
bukan curiga tapi nyata,
sifatku tak bertuan,
menjerumuskanku,
aku tak tau arah,
ambigu tlah merasukku,
dan rasa sakit itu begituh menusuk,
aku diam tak dinyana,
aku bimbang dan ragu,
yah penyesalan tak menjadi arah,
kerap kali menghinaku dan aku tersudut.......

Tanpa Judul....


Tuhan,
Maaf,
Dah terlampau byk dosa yg hamba perbuat,
Dah mati rasa ini tuhan,
Buat selalu melihat dan melihat,
Tuhan,
Apakah ini akan berakhr dgn teruz seperti ini,
Tuhan,
sejujurny daku pasrah,
Ini indah tuhan,
Tak bs dibyngkan,
Lurus terus,
Tak bs berbuat byk,
Daku sedih tuhan,
Jalan ini sudah terlampau berat,
Pergi bgth saja,
Daku tak sanggup tuhan,
Daku mau berubah,
Tuhan tolong,,,

Makna Senyum Simpul

Senyum simpul tercermin dari wajahmu
entahlah apa arti dari senyum itu
kadang dihati penuh ambisi
kadang jg dihati penuh benci
susah utk diartikan
dunia ini begitu abstrak
segelintir masalah selalu penuh sesak
membuat maknanya semakin kusut
dan porak porandalah itu semua
wajah itu tetap tersenyum simpul
dikelilingi oleh derai tawa yg tak berujung
dengan sahabat yg selalu dinanti
walau tajam mengiris hati
tapi slalu tersenyum simpul
dengan beban yg berumur
menekan ku kesegalah arah
yg menghilang dibalik keuzurannya
tersenyum simpul dgn wajah memelas penuh dosa
hati berpikir tak mendengar
mata yg menatap tajam
telinga mendengarkan
bisik angin dan tubuh yg pasrah.Senyum simpul tercermin dari wajahmu
entahlah apa arti dari senyum itu
kadang dihati penuh ambisi
kadang jg dihati penuh benci
susah utk diartikan
dunia ini begitu abstrak
segelintir masalah selalu penuh sesak
membuat maknanya semakin kusut
dan porak porandalah itu semua
wajah itu tetap tersenyum simpul
dikelilingi oleh derai tawa yg tak berujung
dengan sahabat yg selalu dinanti
walau tajam mengiris hati
tapi slalu tersenyum simpul
dengan beban yg berumur
menekan ku kesegalah arah
yg menghilang dibalik keuzurannya
tersenyum simpul dgn wajah memelas penuh dosa
hati berpikir tak mendengar
mata yg menatap tajam
telinga mendengarkan . .

Tadir anak abu-abu......


Hati sedih,
dalam degup kencang angan,
hanya angin mengibas-ibaskan ilalang,
tanpa harus hancur,


berjuang,
tergolek lemah oleh keadaan,
memacu diterjang ombak yg tak akan mati,


hitamlah semuanya,
aku diam dgn cita-cita,
menenggelamkan ku pd long-longan anjing ganas,
mencabik-cabikkan hati,


tapi aku tetap bangkit,
dari rasa yg indah ini,
walau mengilangkan sebagian dari milikku,
tanpa ada yg mengganti,


inilah takdir ank abu-abu,
antara ada dan tiada,
bercampur tapi tidak satu,
yg akan hilang dimakan waktu. . . .

kemanakah masa depan itu........

Ah,
aku sudah payah dgn semua ini,
selalu,
selalu begitu,
tak pernah berubah,
mengapa tak ku turuti sedari dulu kata" ayah,
ah,
menyesal jg tiada guna,
apakah akan sll seperti ini,
aku begitu menyesal,
malu,
dan sll rendah,
ingin seperti mereka tapi susah bwt ku jangkau,
begituh susah kah!
Aku tak begitu mengetahuiny,
aku begitu bodoh,
mengapa tak ku sadari sejak dulu,
sll salah dalam mengambil sikap,
tegar,
tampak dr luar yg begitu menyakitkan,
berusaha,
it lah yg hy dpt lu lakukan,
smg kelak tercapai,
amin,
itu lah janjiku ayah. . . . .