Rabu, 07 Juli 2010

01:35, 25032010

Perbincangan maniz yg hangat,

seperti pada awalny, aku tersipu malu kalw uraian kata2 bualan yg ku karang sendiri tetap lekat ditelinga sahabat ku, oh munkin teman atau bs lbh setingkat dr kasta itu, ah sbnrny tergantung aku yg memposisikanny,


mr D yg aku slalu katakan itu bukanlah apa2, tak sehebat yg dibicarakan, hanyalah sampah dan pecundang kehidupan,


ya. . , teman2 yg sm kt kenal, mereka semuany munafik, lain dimulut, lain jg dihati, bermuka dua, lidahny bercabang, maniz. . . . .


Berbicara kehidupan masing2 yg sbnrny tak lulus sensor, ah maleh bgt y ngebahasny, tapi aneh, itu lah hidup, penuh dgn byk pertanyaan, penuh dng misteri dan penuh dgn ketidak puasan,


iri, mengapa itu terjadi, mengapa mrk membicarakan kamu, yah itu hanya krn satu alasan, iri, dan benar seperti yg kamu ucapkan,


dan inilah hidup, semua org membicarakan hal tak penting, tapi kamu cuma makan, tak penting, sekali lagi, tak penting, walau ku tau pundak mu penuh dgn tanggung jwb, aku tau kali hal itu kwn,


skrg, kt berjalan, melangkah, tahap demi tahap, ngk penting, anggp aja mrk gila, dan anggp aja mrk tak ada, kita cukup berteman saja dan ambil hal yg berguna dr mrk,


uh, kita adalh kita, yg bebaz, yg kuat, dan yg mandiri, semoga. . . . .

Tidak ada komentar:

Posting Komentar