Rabu, 07 Juli 2010

Eres To Do En Mi..............

Untuk seseorang yg telah menggenapi hidupku dgn cinta, Ovy.

Kekasihku, taun ini, akhirnya, genap sudah dua tahun kt menjalin kisah cinta kt. Aku sungguh" tak bisa membendung perasaan bahagiaku saat mengetik semua ini. Betapa bersyukurnya aku telah menemukan dirimu. Merajut hari demi hari dengan geledak rindu dan cinta kita. Menjalani tiap detik dengan penuh semangat. Setiap pesan pendek dgn teleponmu menjadi pasokan energi yg amat sangat berarti bagiku. Membuatku tak pernah lupa menyunggingkan senyum. Membuatku kerap memandangi photomu yg tersimpan di dalam ponselku. Membuat bibirku membisikkan namamu kala aku belum terlelap pd malam" senyap.


Aku terlahir tidak sempurna, tetapi bersamamu aku menjadi sempurna.


Dua tahun penuh kita susuri bersama rindu, senyum, tawa, dan tangis. Semua bercampur baur, menyuguhkan warna-warni dalam jejaringan waktu yg kita lalui.


Sebelum bersamamu, aku sempat merasa rapuh dan pesimis terhadap hubungan seperti ini. Aku berkelana kesana kemari, seperti seekor serangga melintas musim demi musim. Tetapi, selalu saja yg kurasakan adalah hatiku yg berlahan" meranggas. Sampai suatu ketika, dirimu hadir dan kembali mengisi hatiku dgn rekahan cinta. Menyuburkan tanah hatiku yg gersang hingga kembali liat dan menumbuhkan pepohonan hijau yg menjulang tinggi.


Setiap kali kita usai bertemu dan kembali ke kediaman masing", aku selalu merasakan rindu yg menyergap. Andaikan aku adalah sang waktu, pasti akan segera kuputar waktu dgn cepat sehingga rindu itu akan segera tergenapi dgn sebuah pertemuan selanjutnya.


Kekasihku, kita berdua adalah sepasang makhluk yg saling mencintai. Percayalah, kelak, kita akan menjalani hidup bersama di suatu sudut dunia. Biarlah hanya kita berdua yg mengerti perasaan itu. Cinta hadir bukan untuk diteorikan atau dijerat dalam aneka aturan. Cinta hadir untuk dirasa dan dimengerti. . . . . .


Aku selalu mencintaimu. . . . . .


Semesta diriku hanyalah untukmu,


RiVy,


[diabsure dr surat cinta empat sonata rindu by hendri]

Tidak ada komentar:

Posting Komentar